Minggu, 28 Februari 2016

RIVIEW BUKU: BIOGRAFI GUS DUR; THE AUTHORIZED BIOGRAPHY OF ABDURRAHMAN WAHID


1INFO BUKU
Judul Buku                       : BIOGRAFI GUS DUR; THE AUTHORIZED BIOGRAPHY OF ABDURRAHMAN WAHID
Judul Asli                          : GUS DUR; THE AUTHORIZED BIOGRAPHY OF ABDURRAHMAN WAHID
Pengarang                        : Greg Barton
Penerjemah                      : Lie Hua
Penerbit                            : LkiS Yogyakarta
Tahun Terbit                    : Juni 2003, Cetakan I
Tebal Buku                       : xxx + 516 Halaman: 15,5 x 23 cm
RINGKASAN BUKU
Buku yang berjudul  BIOGRAFI GUS DUR; THE AUTHORIZED BIOGRAPHY OF ABDURRAHMAN WAHID adalah buku yang ditulis oleh Greg Barton seorang berkebangsaan Australia. Greg adalah seorang dosen senior di Fakultas Seni Deakin University, Geelong Victoria. Ia sejak akhir 1980-an telah meneliti tentang pengaruh liberalisme Islam dan sumbangannya pada perkembangan masyarakat sipil dan demokrasi. Salah satu tokoh utama kajiannya adalah Gus Dur, yang dikenalnya dengan sangat baik, melebihi peneliti lain. Hal inilah yang kemudian yang membuatnya menghasilkan buku biografi Gus Dur. Buku ini adalah buku yang menceritakan sosok Gus Dur mulai dari masa kecil hingga saat Gus Dur duduk di tampu kekuasaan tertinggi di republik ini.
Sumber:san gattau.blogspot.co.id

Buku ini memliki lima bagian, dimana satu bagian dengan bagian yang lain saling terkait satu dengan yang lain. Meski jika pembaca ingin membaca tidak secara runtut masih akan mendapatkan pesan yang dimaksudkan, namun bisa dipastikan tidak akan menangkap secara utuh sosok seorang Gus Dur yang diceritkan Greg dalam bukunya tersebut. Sebagaimana peneliti atau penulis buku biografi lainnya, Greg juga melakukan prosedur yang sama dengan mereka dalam menyusun buku biografi Gus Dur ini. Sebagaimana ia jelaskan sendiri dalam kata pengantarnya bahwa sebuah biografi yang serius lahir setelah penulisnya menghabiskan waktu lama untuk membaca arsip atau mewawancarai berpuluh-puluh orang yang mengenal subjek yang sedang ditulisnya. Dan semua itu biasanya akan didapati dalam catatan kaki yang berderert dalam bukunya. Hal inilah yang juga dilakukan oleh Greg dalam menyusun buku ini yakni dengan membaca atau melakukan kajian arsip yang mendalam tentang sosok Gus Dur dan kehidupannya serta melakukan wawancara berbagai orang yang sesuai atau mengenal sosok Gus Dur. Namun, yang membedakan Greg dengan peneliti yang lainnya—paling tidak dalam buku ini—adalah Greg juga melakukan pendekatan dalam penelitiannya ini dengan ‘membiarkan’ subjeknya (Gus Dur) yang berbicara tentang dirinya. Dengan begitu keterangan ini benar-benar difokuskan pada subjek. Hal ini terlebih Greg dan Gus Dur adalah karib yang akrab semenjak Greg memutuskan untuk mengalihkan pandangannya ke Indonesia dalam penelitiannya dan mengambil Gus Dur sebagai objek penelitiannya. Dengan keakraban tersebut tentu Greg memiliki banyak waktu (bertahun-tahun) untuk bersama Gus Dur untuk mengamati langsung kehidupan Gus Dur, dengan begitu pengalaman langsung ini memberikan “ruh” tersendiri bagi buku ini.

Rabu, 04 November 2015

Andai Allah Bukan Penutup Aib

Bismillahirrahmanirrahim, inilah satu kalimat yang selalu diawalkan ketika membaca al-Qur’an dan ketika kita ingin memulai suatu kegiatan. Islam mengajarkan agar umatnya senantiasa menyandarkan segala sesuatu yang dilakukan —baik sebelum, sedang, hingga selesai— seluruhnya kepada Allah. Inilah yang disebut dengan kepasrahan atau tawakkal. Dengan menyebut nama-Nya yang Maha pengasih lagi Maha penyayang adalah arti dari kalimat bismillāhirrahmānirrahīm. Dalam kalimat ini yang ditunjukkan oleh Allah adalah sifat welas asih-Nya yaitu sifat rahman dan rahim.

Sifat rahman dan rahim inilah yang meliputi dunia ini, dalam dunia sufi, ada dua sifat yang diyakini dan memang ada dalam Zat Tuhan yakni Jalaliyah dan Jamaliyah. Sifat Jalaliyah adalah sifat yang identik dengan kemahaperkasaan atau kekuasaan Tuhan, jadi asma’ Tuhan yang identik dengan keperkasaan dapat digolongkan ke dalamnya, seperti; Al-Malik, Al-Jabbar, Al-Qawiyy, dll. Sementara sifat jamaliyah Tuhan adalah sifat kelemahlembutan Tuhan. Sebagaimana tersebut dalam kalimat basmalah di atas, yakni rahman dan rahim.

Allah Cahaya Langit dan Bumi (Seri Tasawwuf I)

اللَّهُ نُورُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ مَثَلُ نُورِهِ كَمِشْكَاةٍ فِيهَا مِصْبَاحٌ الْمِصْبَاحُ فِي زُجَاجَةٍ الزُّجَاجَةُ كَأَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّيٌّ يُوقَدُ مِنْ شَجَرَةٍ مُبَارَكَةٍ زَيْتُونَةٍ لا شَرْقِيَّةٍ وَلا غَرْبِيَّةٍ يَكَادُ زَيْتُهَا يُضِيءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌ نُورٌ عَلَى نُورٍ يَهْدِي اللَّهُ لِنُورِهِ مَنْ يَشَاءُ  
وَيَضْرِبُ اللَّهُ الأمْثَالَ لِلنَّاسِ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

“Allah cahaya langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca, kaca itu seakan-akan bintang seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur dan tidak pula di sebelah barat, yang minyaknya hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya, Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” QS. 24:35.

Ayah

Ayah, ini kali kedua aku menyapamu lewat kata
Apa kabarmu di sana?
Di dunia yang manusia hidup tak pernah tahu.
Apakah kau masih mengingatku?
Meski jasadmu telah terpisah dari ruhmu.
Alangkah rindunya aku
Rindu yang mengerucut jadi sendu
Lalu menepi di sudut-sudut mata dan berkaca-kaca
Ayah, di negeri asing ini
Aku sendirian, kesepian, ah sudahlah
 04 November 2015

Selasa, 03 November 2015

Antara Saya, Muslim, Jawa dan Bali (Refleksi)

Pada essai ini, saya ingin menulis semacam refleksi dengan judul, “Antara Saya, Muslim, Jawa dan Bali”. Menurut saya ini sangat menarik sekali untuk diceritakan. Perkenalkan, nama saya Deni Gunawan. Saya dari Bali, asli lahir di Bali. Ayah saya adalah orang Bali Asli meski nenek moyang kami adalah campuran Bugis-Bali. Dalam konteks Bugis-Bali ini tidak akan saya jelaskan karena persoalan sejarah yang cukup panjang dan membutuhkan kajian yang cukup mendalam. Kembali dalam konteks saya, jika kita perhatikan nama saya, tidak akan kita temukan ada unsur-unsur Balinya sama sekali. Bahkan jika merujuk dari nama Deni-nya terkesan kesunda-sundaan. Ya nama Deni memang khas Sunda, meski secara darah saya tidak ada keturunan Sunda sama sekali.

Otoritas Agama, Siapa Yang Berhak?

Akhir-akhir ini kita sering mendengar banyaknya tindak kekerasan dengan dasar beda keyakinan. Orang-orang dengan mudah tanpa merasa berdosa dapat melakukan pengerusakan, pembakaran, serta pembunuhan terhadap orang lain atas dasar keyakinan yang tak sama. Situasi ini sungguh miris dan menyayat hati kita sebagai manusia yang di dalamnya masih memiliki nurani. Bagaimana bisa orang dapat merusak, menghancurkan, bahkan sampai membunuh orang dengan begitu mudahnya karena keyakinan yang berbeda?

Senin, 02 November 2015

Rindu

Bila rindu telah memasuki sukma jiwa
Tak ada lagi waktu untuk menunda
Segera jiwa tanpa saat mencari sang rindu
Menunggu pun tak akan terpikir di akal
Segenap jiwa menjadi sibuk mencari penawarnya
Duhai Sang Rindu…..sukma jiwa ini ingin melebur bersama-Mu
Kelu lidahku ingin mengucap “Aku rindu pada-Mu”
Izinkan aku kembali kepada-Mu`
15 April 2013